Translator

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 01 Mei 2014

ARGENTOMETRI


  
Istilah Argentometri diturunkan dari bahasa latin Argentum, yang berarti perak. Jadi, argentometri merupakan salah satu cara untuk menentukan kadar zat dalam suatu larutan yang dilakukan dengan titrasi berdasar pembentukan endapan dengan ion Ag+. Pada titrasi atgentometri, zat pemeriksaan yang telah dibubuhi indicator dicampur dengan larutan standar garam perak nitrat (AgNO3). Dengan mengukur volume larutan standar yang digunakan sehingga seluruh ion Ag+ dapat tepat diendapkan, kadar garam dalam larutan pemeriksaan dapat ditentukan (Underwood,1992).
            Argentometri merupakan metode umum untuk menetapkan kadar halogenida dan senyawa-senyawa lain yang membentuk endapan dengan perak nitrat (AgNO3) pada suasana tertentu. Metode argentometri disebut juga dengan metode pengendapan karena pada argentometri memerlukan pembentukan senyawa yang relatif tidak larut atau endapan. Reaksi yang mendasari argentometri adalah :
AgNO3 + Cl-           AgCl(s) + NO3- (Gandjar, 2007).
Titrasi pengendapan adalah golongan titrasi dimana hasil reaksi titrasinya merupakan endapan atau garam yang sukar larut. Prinsip dasarnya adalah reaksi pengendapan yang cepat mencapai kesetimbangan pada setiap penambahan titran, tidak ada pengotor yang mengganggu dan diperlukan indikator untuk melihat titik akhir titrasi (Khopkar, 1990).
Metode-metode dalam titrasi argentometri antara lain metode Mohr, Valhard, K. Fajans dan liebieg. Metode mohr  yaitu metode yang digunakan untuk menetapkan kadar klorida dan bromide dalam suasana netral dengan larutan baku perak nitrat dengan penambahan larutan kalium kromat sebagai indikator. Metode volhard yaitu metode yang digunakan untuk menetapkan kadar klorida, bromida dan iodida dalam suasana asam. Metode K. Fajans merupan metode yang menggunakan indikator adsorbsi, sebagai kenyataan bahwa pada titik ekuivalen indikator teradsorbsi oleh endapan. Metode liebig merupan metode yang titik akhir titrasi tidak di tentukan dengan indikator, akan tetapi ditunjukkan dengan terjadinya kekeruhan (Fatah, 1982).
Ada tiga tipe titik akhir yang digunakan untuk titrasi dengan AgNO3 yaitu:Potensiometri, Amperometri, dan Indikator kimia. Titik akhir potensiometri didasarkan pada potensial elektrode perak yang dicelupkan kedalam larutan analit. Titik akhir amperometri melibatkan penentuan arus yang diteruskan antara sepasang mikroelektrode perak dalam larutan analit (Skogg,1965).
Titik akhir yang dihasilkan indikator kimia, biasanya terdiri dari perubahan warna/muncul tidaknya kekeruhan dalam larutan yang dititrasi. Syarat indikator untuk titrasi pengendapan analog dengan indikator titrasi netralisasi,yaitu :
·      Perubahan warna harus terjadi terbatas dalam range pada p-function darireagen /analit.
·      Perubahan Warna harus terjadi dalam bagian dari kurva titrasi untuk analit (Skogg,1965).

Berdasarkan pada indikator yang digunakan, argentometri dapatdibedakan atas :
1. Metode Mohr (pembentukan endapan berwarna)
Metode Mohr dapat digunakan untuk menetapkan kadar klorida dan bromida dalam suasana netral dengan larutan standar AgNO3 dan penambahan K2CrO4 sebagai indikator. Titrasi dengan cara ini harus dilakukan dalam suasana netral atau dengan sedikit alkalis, pH 6,5 – 9,0. Dalam suasana asam, perak kromat larut karena terbentuk dikromat dan dalam suasana basa akan terbentuk endapan perak hidroksida. Reaksi yang terjadi adalah :
Asam    : 2CrO42- + 2H- ↔ CrO72- + H2O
Basa      : 2 Ag+ + 2 OH- ↔ 2AgOH
2AgOH ↔ Ag2O + H2O                         (Khopkar, SM, 1990)
Konsentrasi ion klorida dalam suatu larutan dapat ditentukan dengan cara titrasi dengan larutan standar perak nitrat. Endapan putih perak klorida akan terbentuk selama proses titrasi berlangsung dan digunakan indicator larutan kalium kromat encer. Setelah semua ion klorida mengendap maka kelebihan ion Ag+ pada saat titik akhir titrasi dicapai akan bereaksi dengan indicator membentuk endapan coklat kemerahan Ag2CrO4. Prosedur ini disebut sebagai titrasi argentometri dengan metode Mohr. Reaksi yang terjadi adalah :
Ag+(aq) + Cl-(aq)             AgCl(s) (endapan putih)
Ag+(aq)  + CrO42-(aq)           Ag2CrO4(s) (coklat kemerahan)
        Penggunaan metode Mohr sangat terbatas jika dibandingkan dengan metode Volhard dan metode Fajans dimana dengan metode ini hanya dapat dipakai untuk menentukan konsentrasi Cl-, CN-, dan Br-.
Aplikasi titrasi argentometri dengan metode Mohr banyak digunakan untuk menentukan kandungan kadar klorida dalam berbagai contoh air, misalnya air sungai, air laut, air sumur, air hasil pengolahan industry sabun, dan sebagainya. Titrasi dengan metode Mohr dilakukan dengan kondisi larutan berada pada pH kisaran 6,5-10 disebabkan karena ion kromat adalah basa konjugasi dari asam kromat. Jika pH dibawah 6,5 maka ion kromat akan terprotonasi sehingga asam kromat akan mendominasi didalam larutan akibatnya dalam larutan yang bersifat sangat asam konsentrasi ion kromat akan terlalu kecil untuk memungkinkan terjadinya endapan Ag2CrO4sehingga hal ini akan berakibat sulitnya pendeteksian titik akhir titrasi. Analit yang bersifat asam dapat ditambahkan kalsium karbonat agar pH nya berada pada kisaran pH tersebut atau dapat juga dilakukan dengan menjenuhkan analit dengan menggunakan padatan natrium hidrogen karbonat (Anonim,2009)

2. Metode Valhard (Penentu zat warna yang mudah larut)
        Metode ini digunakan dalam penentuan ion Cl+, Br -, dan I- dengan penambahan larutan standar AgNO3. Indikator yang dipakai adalah Fe3+dengan titran NH4CNS, untuk menentralkan kadar garam perak dengan titrasi kembali setelah ditambah larutan standar berlebih. Kelebihan AgNO3 dititrasi dengan larutan standar KCNS, sedangkan indikator yang digunakan adalah ion Fe3+ dimana kelebihan larutan KCNS akan diikat oleh ion Fe3+ membentuk warna merah darah dari FeSCN  (Khopkar,1990)
        Konsentrasi ion klorida, iodide, bromide dan yang lainnya dapat ditentukan dengan menggunakan larutan standar perak nitrat. Larutan perak nitrat ditambahkan secara berlebih kepada larutan analit dan kemudian kelebihan konsentrasi Ag+ dititrasi dengan menggunakan larutan standar (SCN-) dengan menggunakan indicator ion Fe3+. Ion besi (III) ini akan bereaksi  dengan ion tiosianat membentuk kompleks yang berwarna merah.
Reaksi yang terjadi adalah :
Ag+(aq) + Cl-(aq)             AgCl(s) (endapan putih)
Ag+(aq) + SCN-(aq)             AgSCN(s) (endapan putih)
Fe3+(aq) + SCN-(aq)             Fe(SCN)2+ (kompleks berwarna merah)
        Aplikasi  dari argentometri dengan metodi Volhard ini adalah penentuan konsentrasi ion halida. Kondisi titrasi dengan dengan metode Volhard harus dijaga dalam kondisi asam karena jika larutan analit bersifat basa maka akan terbentuk endapan Fe(OH)3. Jika kondisi analit adalah basa atau netral maka sebaliknya titrasi dilakukan dengan metode Mohr atau metode Fajans (Anonim,2009).

3. Metode Fajans (Indikator absorbsi)
        Titrasi argenometri dengan cara fajans adalah sama seperti pada cara Mohr, hanya terdapat perbedaan pada jenis indikator yang digunakan. Indikator yang digunakan dalam cara ini adalah indikator adsorbsi seperti eosine atau fluonescein menurut macam anion yang diendapkan oleh Ag+. Titrannya adalah AgNO3 hingga suspensi violet menjadi merah. pH tergantung pada macam anion dan indikator yang dipakai. Indikator adsorbsi adalah zat yang dapat diserap oleh permukaan endapan dan menyebabkan timbulnya warna. Pengendapan ini dapat diatur agar terjadi pada titik ekuivalen antara lain dengan memilih macam indikator yang dipakai dan pH. Sebelum titik ekuivalen tercapai, ion Cl- berada dalam lapisan primer dan setelah tercapai ekuivalen maka kelebihan sedikit AgNO3 menyebabkan ion Cl- akan digantikan oleh Ag+ sehingga ion Cl- akan berada pada lapisan sekunder (Gandjar, 2007).
            Indicator absorbsi dapat digunakan untuk titrasi argentometri, titrasi argentometri yang menggunakan indicator adsorbs dikenal dengan sebuah titrasi argentometi metode Fajans. Contohnya pada penggunaan titrasi ion klorida dengan larutan standar Ag+. Dimana hasil reaksi dari kedua zat tersebut adalah :
Ag+(aq) + Cl-(aq)             AgCl(s) (endapan putih)
        Endapan perak klorida membentuk endapan yang bersifat koloid. Sebelum titik ekuivalen dicapai maka endapan akan bemuatan negatif. Disebabkan terabsorbsinya Cl- diseluruh permukaan endapan. Dan terdapat counter ion bermuatan positif dari Ag+ yang terabsorbsi dengan gaya elektrostatis pada endapan. Setelah titik ekuivalen dicapai makan tidak terdapat lagi ion Cl-yang terabsorbsi pada endapan sehingga endapan sekarang bersifat netral. Kelebihan inon Ag+ yang diberikan untuk mencapai titik akhir titrasi menyebabkan ion-ion Ag+ini terabsorbsi pada endapan sehingga endapan bermuatan positif dan beberapa ion negatif terabsorbsi dengan gaya elektrostatis.
        Kesulitan dalam menggunakan indicator absorbs ialah banyak diantara zat warna tersebut membuat endapan perak menjadi peka terhadap cahaya (fotosensitifitas) dan menyebabkan endapan terurai. Titrasi menggunakan indicator absorbs biasanya cepat, akurat, dan terpercaya. Sebaliknya penerapannya agak terbatas karena memerlukan endapan berbentuk koloid yang juga harus dengan cepat (Harjadi,1990).
        Pada praktikum kali ini, dilakukan penetapan kadar dari zat kalium klorida, kalium iodida dan vitamin B1 (Tiamin HCl) dengan menggunkan 3 metode dalam reaksi titrasi argentometri, yaitu metode Mohr untuk penentapan kadar KCl, metode Volhard untuk penetapan kadar Vitamin B1 dan metode Fajans untuk penetapan kadar KI. Namun,sebelum dilakukan enetapan kadar dengan menggunakan prinsip argentometri, maka dalam praktikum ini pertama-tama akan dilakukan pembutan dan pembuatan larutan titran, yaitu larutan AgNO3  0,1 N dan larutan KSCN.

Anonim. 1979. Farmakope Indonesia edisi III. Departemen Kesehatan Republik Indonesia : Jakarta.
Anonim. 1995. Farmakope Indonesia edisi IV. Departemen Kesehatan Republik Indonesia : Jakarta.
Anonim. 2009. Argentometri(http://belajarkimia.com) diakses pada tanggal 16 november 2012.
Gandjar, I. G. dan Abdul Rohman. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar : Yogyakarta.
Harizul, Rivai. 1995. Asas Pemeriksaan Kimia. UI Press : Jakarta.
Harjadi,W. 1986. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Gramedia : Jakarta.
Khopkar, S.M. 1990. Konsep Dasar Ilmu Kimia Analitik. Universitas Indonesia : Jakarta.
Mulyono, 2006. Kamus Kimia Edisi Pertama. Bumi Aksara : Jakarta.
Mursyidi, Achmad dan Abdul Rohman. 2006. Pengantar Kimia Farmasi Analisis Volumetri dan Gravimetri. Pustaka Pelajar : Yogyakarta.
Pinilih, Intiyas. 2007. Argentometri. UNS : Surakarta.
Rohman, Abdul. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar : Yogyakarta.
Skogg. 1965. Analytical Chemistry Edisi Keenam.Sounders College Publishing : Florida.
       Sudjadi, Rohman. 2004. Analisis Obat dan Makanan. Pustaka Pelajar : Yogyakarta.
Sudjadi. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Belajar : Yogyakarta.
Vogel. 1994. Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik Edisi 4. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta.

SERRATIA MARCESCENS


Serratia

Serratia is normally not harmful to healthy people but it is what is known as an opportunistic pathogen. Given the opportunity, Serratia can spell trouble. In people with a compromised (weakened) immune system, Serratia can cause infection of the blood (sepsis), wound infections, and infections of the endocardium (of the heart) and the urinary and respiratory tracts.

And part of the problem is that the high-risk groups for the flu who most need the flu vaccine are precisely those with a weakened immune  system. Another part of the problem is that the finding of Serratia in the vaccine is a red flag, It is a warning that who knows what else may be contaminating the vaccine.
 FLU VACCINE SHORTAGE – THIMEROSAL TO BLAME?

 NEW YORK - "Everyone is asking how the Chiron shut-down will affect  vaccination rates, but few are asking how this could have happened," says David  Kirby, author of the forthcoming book Evidence of Harm – Mercury in Vaccines  and the Autism Epidemic: A Medical Controversy, from St. Martin’s Press. Kirby  is also a contributor to the health and science pages of The New York Times  and other publications.

 This week, Chiron’s Fluvirin vaccine was pulled after the potentially  dangerous serratia bacteria was found in some lots. "Chiron used the  mercury-based preservative thimerosal as a sterilizing agent in making Fluvirin, to  prevent exactly this type of contamination,” says Kirby, whose book explores the
 possibility that thimerosal could have contributed to the rising numbers of  cases of autism, ADD and other childhood disorders. “Thimerosal is also  used as a preservative in multi-dose vials. By definition, no  thimerosal-containing solution should have live bacteria present in its final formula.”

 Thimerosal, Kirby adds, “has never been proven to be 100% safe, and now we  see again that it is not 100% effective either.” A law to ban thimerosal in  childhood vaccines was just signed by California Governor Arnold  Schwarzenegger.

 Vaccine making is nasty business, and microorganisms thrive in the warm  egg-based brew used to produce the flu shot. The microbe-rich solution is  treated with thimerosal, as a sterilizing agent, to kill all the bugs. Most  mercury is removed before packaging, though 25 micrograms-per-dose remain in each  10-dose vial, to avoid contamination from repeated puncture of the seal by  syringes.

             This vaccine was contaminated with serratia at the company’s  factory in Liverpool, England. “But with so much thimerosal in the mix, how  was the bacteria able to survive?” Kirby asks. Thimerosal, it seems, is not a  perfect preservative. In 1982, an FDA panel reported that thimerosal only  prevents the growth of new bacteria rather than killing all the organisms  altogether. It said mercury-based preservatives should be removed from topical  products, and proposed that thimerosal was “not generally recognized as safe and effective.”

 In fact, thimerosal was singled out as being “no better than water in  protecting mice from fatal streptococcal infection.” And it was 35.3 times more toxic for embryonic chick heart tissue than for Staphylococcus aureus. Other studies found that up to 26 percent of the population was hypersensitive to thimerosal. Fluvirin’s package insert warns that it should not be given to “ anyone with a history of hypersensitivity to any component of the vaccine, including thimerosal.”

 “This raises some troubling questions,” Kirby says. “If thimerosal doesn’t work, why are we using it? And why did it take the British Government to intervene on behalf of the safety of Americans? Now we face an imminent flu season with only half the vaccine needed. Millions will go unvaccinated and
 people could die because thimerosal failed to perform its job. Government and  industry must work to develop a safe AND effective way of making flu vaccine.”

  NEW BOOK EXPLORES LINKS BETWEEN MERCURY IN VACCINES AND AUTISM, ADHD AND  OTHER CHILDHOOD DISORDERS

 NEW YORK – Did mercury in vaccines cause an epidemic of autism, ADD, ADHD,  speech delay and other childhood disorders? A new book, to be released by  St. Martin’s Press in Winter, 2005, explores this chilling possibility -- and the heated controversy swirling around it. The book, Evidence of Harm, Mercury in Vaccines and the Autism Epidemic: A Medical Controversy, was written  by New York Times contributor David Kirby.

 By most accounts, autism is now epidemic in the United States. In the 1990’ s reported autism cases among American children began spiking, from about 1 in 10,000 children in 1987 to a shocking 1 in 166 today.  In this period, new shots containing a mercury-based preservative called Thimerosal were added to the nation’s already crowded vaccination schedule. Meanwhile, some  parents noticed that their healthy children were descending into silent, disturbed, and physically ill behavior after receiving vaccinations.  In 1999, the FDA announced that children were being exposed to mercury at very young ages at levels far exceeding federal regulations, but the public health establishment failed to take parental concerns about the impact seriously.

 Evidence of Harm explores both sides of this controversy, which has pitted  families and their allies against the federal government, public health agencies, medical academies, and powerful pharmaceutical giants.  It examines:

 Story of Thimerosal: a mercury-based additive approved by the FDA in the  1930’s as a vaccine preservative and never subsequently tested by the Agency Increase in reported autism cases and apparent parallel to the increase in number and frequency of Thimerosal-containing vaccinations in the 1990s.  Private meeting at which FDA, CDC, medical and pharmaceutical company  representatives discussed data on neurological childhood disorders related to mercury in vaccines
 Mysterious rider to the 2002 Homeland Security bill which would free drug companies of liability in lawsuits regarding Thimerosal State and federal lawsuits filed by families against the drug makers
 seeking compensation for the lifelong care of their ill children  New biological research indicating a direct link between Thimerosal exposure and neurological disorders  Preliminary Federal investigations currently underway into allegations of fraud, malfeasance, and conflict of interest at pharmaceutical companies and among officials at the FDA and CDC  Recently discovered CDC data showing a shockingly high correlation between Thimerosal exposure and autism, ADD and other childhood disorders This disturbing, important book examines both the personal stories of families and the unfolding political drama in the courts and halls of Congress.

 DAVID KIRBY has been a contributor to The New York Times for seven years,  where he writes science and health articles for Science Times, among other things, and has been a writer in this field for over fifteen years.  He lives in Brooklyn, New York.
 
http://www.sfgate.com/cgi-bin/article.cgi?f=/c/a/2004/10/31/SERRATIA.TMP

Tainted flu vaccine could have been a health nightmare Bacteria used in 1950 germ-warfare test in Bay Area can be deadly --and target groups for shots would be most susceptible        

                                    Bernadette Tansey, Chronicle Staff Writer
                              Sunday, October 31, 2004         

                Americans may never know how close a Bay Area company came to distributing a bacteria-tainted flu vaccine, or how much of that vaccine was contaminated. What is known is that the bacteria that ruined the stockpile of vaccine produced by Chiron Corp. was used in a secret germ-warfare experiment in the Bay Area conducted by the Army and was tied to three deaths in Contra Costa County in 2001.

The bacteria -- which tainted about half of the nation's flu vaccine supply -- was once considered a harmless microbe. But a 1950experiment, in which a ship off the San Francisco coast let loose clouds of Serratia marcescens to test whether an enemy could launch a biological warfare attack from a distance, is now suspected of causing a cluster of hard-to-treat infections.

Experts say the serratia bacteria can trigger a cascade oflife-threatening illnesses, including heart-valve infections, pneumonia and septic shock when injected into vulnerable patients.  The bacterium was blamed for a deadly outbreak of meningitis in Contra Costa County in 2001, which was traced to injected drugs legally mixed by a Walnut Creek pharmacy.

British regulators pulled the license of Chiron's factory in Liverpool on Oct. 5 after discovering vaccine tainted with serratia. There had been problems with sterility at the plant, which Chiron insisted were confined to a small fraction of the vaccine's inventory. The company was preparing to ship at least 46 million doses of its product, Fluvirin, to U.S. distributors.

Officials at Chiron, which is based in Emeryville, and the Food and Drug  Administration have yet to provide details about how the bacteria infiltrated the vaccine at Chiron's British manufacturing plant. Nor have they revealed how much of the live bacteria or its dangerous toxins were found in the huge inventory of vaccine doses.

What is known is that serratia can be deadly.

If distributed nationwide, a flu vaccine contaminated withserratia would become a highly efficient vehicle to deliver thedangerous microbe into the bodies of people most susceptible to itseffects -- the old, the sick, those with weakened immune systems andsmall children. That's the very population most strongly urged byhealth authorities to get a flu shot.

"If you injected it, you'd get bacteremia and sepsis, especially in the people most likely to get the vaccine, said Mary York, a Walnut Creek consultant and former director of microbiology at UCSF. "It would be horrible."

People exposed to the bacteria in the air or water are unlikely to become ill. But injecting it into fragile patients is a different matter. The illnesses that could result would be hard to treat because serratia has a genetic knack for quickly developing resistance to antibiotics, said Dr. Lee Riley, a professor of infectious disease at UC Berkeley. The organism is now known to be a frequent culprit behindoutbreaks of infection in hospital patients, who often undergo invasiveprocedures such as surgery, intravenous fluid drips and injections,which could help microbes penetrate the bloodstream.

How long it would take to discover that a flu vaccine nationally administered to millions of people was contaminated with serratia -- and how many would become infected and sickened before the program was stopped -- is a question that, fortunately, remains unanswered. If the contaminated vaccine had been shipped and injected, doctors might start to pick up signs like swelling and redness at the site of the flu shot, said Dr. Suzanne Bradley, an infectious disease specialist at the University of Michigan Medical School.

"For most of us, we'd probably fight it off and say, 'I'm never going to get this vaccine again,' " she said.

But in the more vulnerable patients, like the elderly with underlying medical problems, serratia could multiply in the heart valves and spread to the lungs, causing pneumonia, said UC Berkeley's Riley. "Such a person could potentially die," said Riley. "Even if you had one single case like that, it could be devastating." The aggressive treatment often needed to control a serratia infection also has its risks, said Riley.

"As a treatment of last resort, you have to use multiple drugs,"Riley said. But a prolonged course of combined antibiotics would exposepatients to the further danger of infection by fungal growths, he said."Treatment becomes very, very difficult." How serious and how widespread the health damage might be from such a contaminated flu vaccine would depend on how many of the live germs, or the toxins from its cell walls, had managed to infiltrate each vaccine dose, said the University of Michigan's Dr. Bradley. A sole bacterium might cause no harm. However, one of serratia's other tricks is that it can keep multiplying, even if the solution containing it is chilled.

"It grows in the refrigerator," said Mary York.

Flu shot shortageThe American health care system had planned to inoculate a record100 million people against flu when British drug regulators blocked the release of the 46 million flu vaccine doses made at the Liverpool plant of Chiron Corp.

U.S. officials have replaced some of the lost vaccine, boosting available doses to 61 million, and have attempted to reserve supplies for the most vulnerable people -- the elderly, the ill and young children. The flu kills 36,000 people a year in the United States, primarily among high-risk groups.

Congress is investigating the quality of oversight of the Chiron plant by the  Food and Drug Administration. The Securities and Exchange Commission and federal prosecutors also are investigating whether Chiron downplayed its problem in public statements.

CDC medical ethicists are drafting guidelines for the fair allocation of crucial drug supplies in case of future shortages --decisions now handled by local health officials.                
 

    BEIJING, Nov. 27 (Xinhuanet) -- A new set of regulations taking effect Saturday will prohibit Chinese lab directors from allowing experiments on risky pathogenic microbes without approval.
    The Chinese cabinet passed the 32-page and 72-item regulations in response to the incident in March when two people were infected by severe acute respiratory syndrome (SARS) virus at a lab of the Chinese Center for Disease Control and Prevention.  China will grade its pathogenic microbe labs by four levels. The first and second grades are labs forbidden to conduct experiments on risky pathogenic microbes, which can cause severe diseases in human and animals and easily spread, the regulations said.
    The third and fourth grade of labs are off limits for experiments without special certificates from the health and veterinary medicine administrations, the regulations said.  These labs also must get approval from the administration when they plan to take up the experiments on risky pathogenic microbe and report the result when the research ends, the document added.
    Early this year, the Diarrhea Virus Laboratory under the Institute of Virus Diseases of the center did experiments with the SARS virus without proper qualification and facilities to prevent the virus from spreading.  The administration found that the lab researchers used an untested method to kill the SARS virus and did not test the result of the process.  This was later confirmed as the source of SARS outbreak in China this year. The 2004 recurrence of SARS caused nine people to fall ill and one death.
    The director and deputy director of the center resigned. The head and deputy head of the center's Institute of Virus Diseases as well as director of the lab were dismissed in July.  Now, according to the regulations, the head of the institution that owns a lab and head of the lab will be dismissed if a mistake like this happens again.  The biosafety regulations were the first and most authoritative one in China for medical labs, said an official with the Ministry of Health Saturday.
    "The ministries of Health, of Agriculture and of Science and Technology all issued relevant documents and rules on this aspect but no standardized one was issued," he said, "We are working on an plan to implement the regulations."  Gao Qiang, executive vice-minister of health, said early July that strengthening lab biosafety is an important and urgent task for the national health system.  "The March outbreak sounds the alarm for the nation's lab safety management," Gao said. "The necessary punishment for some cadres is to help consolidate the responsibility awareness for relevant officials and establish a responsibility system for majoraccidents."
    The regulations also ask medical labs to set up special departments or personnel to supervise the facilities. The labs must report to the superior administration if an accident takes place, the regulations said.  The first outbreak of SARS happened in early spring 2003 and a total of 5,327 cases were reported that year in 24 provincial areas on the mainland. Nearly 350 people died of the disease.  The Ministry of Health issued a plan to prevent SARS and bird flu this winder and next spring early this month, promising to send out experts within 24 hours after the first suspected case is found. 

safety_fears_cut_vaccine_for_flu?pg=2

Selasa, 29 April 2014

Cara Mengatasi Rasa Ngantuk Saat Belajar


TUGAS 2



Cara Ampuh Usir Ngantuk Saat Belajar

Bagi sahabat yang sering merasa ngantuk entah itu saat belajar, kali ini saya akan berbagi tips menarik untuk mengatasi rasa ngantuk yang berlebih. Tapi sebelum itu, yuk kita cari tahu dulu hal-hal yang bisa menjadi penyebab ngangtuk!


Penyebab Ngantuk?
sebelum kita bahasa tips untuk menghilangkan ngantuk, sekarang kita akan mencari tahu terlebih dahulu, mengenai hal-hal yang bisa menjadi penyebab mengapa kita bisa ngantuk. 
  1. Kurang Olahraga
Jika kita gampang mengantuk, mungkin karena kita kurang berolahraga. Menurut dr. Michael Triangto SpKO, spesialis kedokteran olahraga dari Slim+ Health Sport Therapy, mudah mengantuk atau tubuh seperti kurang berenergi bisa disebabkan karena kurang berolahraga. ”Olahraga yang tepat intensitasnya adalah yang dilakukan hingga mencapai zona latihan (training zone) diri orang tersebut, dan dilakukan secara teratur. Jika tidak optimal, mungkin tubuh akan tetap loyo. Atau sebaliknya, dia makin mudah mengantuk karena tubuh terlalu lelah akibat olahraga berlebihan,” kata dr. Michael. Maka dari itu, rajin-rajinlah berolahraga secara rutin!

  1. Gejala Anemia
Gampang mengantuk, juga dapat disebabkan oleh gejala anemia (kekurangan sel darah merah). Karena anemia, suplai oksigen ke seluruh tubuh oleh sel darah merah terganggu. Padahal, oksigen adalah salah satu unsur penting untuk menghasilkan energi. Untuk mengetahuinya, Kita harus melakukan pemeriksaan darah. Jika hasilnya oke, bisa jadi Kita mengantuk karena memang kurang tidur atau kualitas tidur Kita buruk

  1. Gejala Prediabetes
Menurut dr. Dante Saksono Herbuwono, SpPD Endokrin dari Divisi Metabolik Endokrin RSCM, bisa jadi merupakan salah satu gejala prediabetes. Setelah makan, tubuh mengalami hiperinsulinemia (berlebihannya insulin), sehingga kadar gula darah turun drastis. Untuk itu, amatilah gejala prediabetes, seperti mudah haus dan sering ingin buang air kecil. Jika dibiarkan, prediabetes bisa menjadi diabetes. Namun, untuk memastikannya, jalani dulu pemeriksaan darah ke dokter.

Cara Usir Rasa Kantuk Saat Belajar
Setelah kita mengetahui apa saja hal yang bisa menjadi penyabab ngantuk, sekarang saatnya saya berbagi tips bagaimana cara mengusir rasa ngantuk supaya kita bisa melek hehe. 
  1. Jalan-jalan ke luar
Bekerja di dalam ruangan dengan cahaya lampu, monitor komputer, dan air conditioner (AC) bisa membuat Kita cepat merasa ngantuk. Untuk itu, kita bisa berjalan-jalan keluar ruangan dan melihat pemkitangan baru di luar ruangan. Hal tersebut akan membuat badan Kita menjadi lebih segar.
  1. Berolahraga Ringan
Kebanyakan orang apalagi pelajar sering meremehkan pentingnya olahraga dengan berbagai alasan seperti terlalu sibuk dengan laporan, makalah dll (curhat ni...). Walaupun kita sedang berada dilingkungan kampus, sebenarnya kita tetap bisa melakukan olahraga ringan untuk membuat detak jantung lebih cepat, contohnya saja naik turun tangga muterin kampus.
  1. Olah otak / Paksa otak kita bekerja
Jika kita selalu merasa cepat ngantuk saat bekerja, mungkin itu terjadi karena otak kita dalam keadaan yang terlalu rilek. Mengisi Teka Teki silang (TTS) atau main Sudoku mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengolah otak kita. Selain itu, Kita juga bisa adu cepat bekerja dengan teman. Sehingga otak kita akan dipaksa bekerja dan membuat tubuh kita menjadi lebih bersemangat
  1. Dinginkan kepala Kita
Selain ketiga tips diatas kita juga dapat meminum air dingin (ES) yang ditambahkan lemon tanpa memakai gula sedikitpun. Coba deh bayangin, udah dingin, asem lagi, jika kita meminumnya saya yakin kita tidak akan ngantuk lagi. Kemudian kita juga bisa mencipratkan sedikit airnya ke wajah Kita. Cara lainnya, cobalah letakan potongan es di pergelangan tangan, dahi atau dipundak Kita.
  1. Ngemil Saat Kerja? Why not?
Kita juga bisa menjaga kondiri tubuh kita agar tidak cepat ngantuk dengan ngemil. Tapi ingat hindari makanan berat atau cemilan yang rasanya terlalu manis. Selain buah-buahan, makan rujak pedas juga bisa bikin Kita melek atau bisa juga makan buah-buahan yang rasanya super asem.

  1. Pompa adrenalin
Masih ngantuk juga? mungkin kita bisa mencoba tips selanjutnya. tontonlah beberapa trailer film action atau horor, dalam beberapa menit saja, saya yakin Kita sudah tak mengantuk lagi. 

  1. Cobalah Ganti posisi tubuh Kita
Jika kita masih ngantuk juga, mungkin posisi duduk Kita yang kurang tepat. Karena cara duduk yang salah juga bisa jadi penyebab rasa kantuk. Kita bisamencoba duduk dengan posisi tegak sambil menyilangkan kaki, atau coba untuk berdiri sebentar kemudian duduk lagi. Selain itu kita bisa berjalan sambil ke toilet mungkin untuk sekadar cuci muka.

  1. Gunakan Wangi-wangian
Kita juga bisa mencoba cara berikut ini. Bawalah selalu parfum, jika kita ngantuk kita bisa menglekan parfum tersebut di pergelangan tangan kita atau di awah hidung kita Hindari wangi lavender, karena Kita akan lebih ngantuk dibuatnya. simple kan?

  1. Menari
Jika ngantuknya gak mau ilang juga, kita bisa melakukan hal konyol ini. Pakai headphone, dengarkan lagu favorit Kita dan menarilah sepuasnya selama 10 menit. Beberapa orang pasti menertawakan Kita, tapi rasa malu itu justru akan membantu mata Kita melek lagi. Hayo berani coba gak?


  1. Belanja online
Bagi kita yang hobi otomotif, mungkin kita bisa lihat-lihat produk otomotif terbaru atau Pikirkan soal membeli hadiah untuk orang yang Kita sukai. Mencari hadiah lewat situs-situs belanja online akan membantu menyegarkan mata dan Kita tak mengantuk lagi. selamat mencoba!

  1. Telepon ibu
Cara terakhit yang mungkin bisa kita lakukan yaitumelakukan percakapan dengan ibu Kita, karena akan membuat Kita terjaga. Mungkin karena ikatan emosional antara Kita dan ibu. Lagipula, baik juga bagi Kita untuk sering menghubungi orang tua. Kita bisa menceritakan hal-hal unik dikampus pada ibu kita.

Demikian tips dari saya semoga bermanfaat!

HERBAL PENGUSIR BATUK



TUGAS 2

Mungkin, semua orang pasti pernah mengalami batuk. Ada yang ringan, ada yang berat. Ada yang berdahak, ada yang kering. Entah karena sudah biasa, orang lalu menganggap remeh batuk. Masalahnya, jika tidak diobati, terjadi infeksi. Dan jika sudah akut, kemungkinan besar sulit diobati. Sebenarnya, batuk berfungsi untuk membersihkan tenggorokan dan saluran pernapasan. Tetapi bila berlebihan, itu sudah merupakan suatu penyakit. Batuk biasanya timbul secara mendadak. Bisa karena masuk angin, influenza atau pun sinusitis. Selain menimbulkan kerugian apabila batuk berdahak berlebihan, pada dasarnya batuk berguna untuk membersihkan saluran pernapasan juga. Semua yang ada dalam tenggorokan akan terangkat lewat batuk.
Ada dua cara mengobati batuk berdahak ini, yaitu dengan obat dan tanpa obat. Madu merupakan bahan yang dipercaya dapat menyembuhkan batuk. Madu memiliki zat anti mikroban dan anti oksidan  yang dapat melawan bakteri. Madu yang dikombinasikan dengan buah jeruk, herbal, dan rempah-rempah merupakan obat yang enak untuk mencegah dan mengobati batuk dan gejala flu. Hari ini saya akan membagi resep sirup pemcegah batuk.
Alat dan Bahan :
Jeruk lemon
Jahe bubuk/ segar
Madu hutan atau dapat menggunakan madu yang dijual di warung/supermarket (jangan yang ada rasanya ya!)
Sendok panjang/sumpit/pengaduk
Toples kaca 500ml

Cara pembuatan :
1.      mula mula potong jeruk melintang, jangan terlalu tipis juga jangan terlalu tebal (kira-kira 1cm)
2.      potong kembali jeruk menjadi 4 bagian
3.      parut jahe sebantak 1 sendok teh atau dapat menggunakan jahe bubuk sam banyak
4.      masukkan jeruk, jahe dan madu hingga memenuhi ½ toples. Campur pastikan sebua bahan tercampur merata
5.      masukkan kembali sisa jeruk, jahe dan madu hingga memenuhi toples, campur kembali dan pastikan semua tercampur rata.
6.      tutup toples dan simpan dalam almari es, setelah 3-4 jam sirup siap digunakan.sirup dapat bertahan hingga 2-3 bulan.
7.      Sirup dapat dikonsumsi langsung atau dapat dicampur dengan air hangat atau teh.

Demikian tips dari saya semoga bermanfaat






Selasa, 08 April 2014

makanan dengan antioksidan tinggi

Antioksidan adalah kekuatan yang melindungi kita dari bermacam penyakit, serta untuk memperlambat proses penuaan. Ini karena Antioksidan bekerja dengan melawan radikal bebas dalam tubuh, yang dapat membahayakan sel-sel tubuh. Jika kadar antioksidan dalam tubuh Anda rendah, maka stres oksidatif dapat terjadi, dan ini akan membuat tubuh menjadi rentan terhadap banyak penyakit termasuk penyakit jantung dan kanker. Oleh karena itu, dalam rangka untuk menjaga tubuh sehat serta sistem kekebalan tubuh yang kuat, maka Kita harus mendapatkan banyak antioksidan setiap hari. Antioksidan adalah nutrisi yang  dapat ditemukan dalam banyak jenis buah-buahan dan sayuran,  antioksidan umumnya adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E, selenium, beta-karoten, flavonoid dan polifenol.

Berikut adalah beberapa makanan yang mengandung antioksidan tinggi, sehingga bermanfaat bagi kesehatan Kita:

1. Buah Beri

Buah-buahan yang berair tidak hanya enak, tapi juga akan membantu untuk melawan penyakit. Blueberry mungkin ukurannya kecil, tetapi manfaatnya kesehatan sangat besar. Bua beri dapat meningkatkan fungsi kognitif,  sekaligus memperkuat kekebalan tubuh kita. Termasuk keluarga berri lainnya, seperti Blackberry, stroberi, raspberry dan cranberry kaya antioksidan.

Sayuran silangan

Kebanyakan sayuran silangan kaya dengan antioksidan serta  mengandung fitonutrien yang dapat membantu untuk memerangi penyakit jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker. Sayuran silangan ini termasuk kubis, bunga kol, brokoli,  dan collard hijau. Sayuran ini dapat dimasak, dikukus atau dimakan mentah untuk mendapatkan gizi yang lebih baik.

Sayuran berdaun Hijau Gelap

Sayuran berdaun hijau  sangat baik karena rendah lemak dan kalori, serta mengandung banyak serat, zat besi dan kalsium. Sementara antioksidan yang ditawarkan termasuk vitamin C dan E, lutein dan beta-karoten. Kale, bayam dan swiss chard beberapa contoh sayuran berdaun hijau.

Ikan

Ikan mengandung banyak antioksidan, protein, selenium dan asam lemak omega 3. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Tuna, ikan haring, salmon, trout dan tengiri adalah beberapa ikan yang paling padat nutrisi. Pastikan untuk mempersiapkan mereka dengan baik. Gunakan teknik memasak seperti mengukus, memanggang atau baking, bukan menggorengnya.

3. Anggur Merah

Buah Anggur yang berkulit gelap adalah sumber kaya antioksidan, yaitu penuh dengan flavonoid dan polifenol yang bermanfaat bagi jantung agar sehat. Minuman anggur merah termasuk tinggi antioksidan, namun bukan berarti Anda harus meminumnya sebotol penuh. Dalam rangka untuk menuai keuntungan dari anggur merah, Anda harus membatasi dalam mengkonsumsinya.

4. Kacang

Kacang sangat baik bagi kesehatan, karena bukan hanya kaya  serat, tetapi juga kaya antioksidan. Kacang merah mengandung konsentrasi tertinggi dari antioksidan.

5. Wortel

Wortel, dan sayuran berwarna orange lainnya mengandung beta-karoten, yang membantu tubuh kita dalam memproduksi vitamin A dan melawan kanker. Pastikan untuk menambahkan sayuran warna orange untuk diet Anda!

6. Apel

Apel adalah kudapan yang sempurna, dan juga bisa membantu dalam perawatan gigi .  Vitamin dan antioksidan dalam apel juga tinggi, yang dapat menjaga tubuh kita agar tetap sehat. Apel merah yang lezat mengandung jumlah tertinggi antioksidan.

7. Kentang

Kentang bisa dimasukkan kedalam bagian dari diet antioksidan. Panggang atau kukus kentang yang kaya antioksidan ini, kemudian menambahkannya ke makanan Anda .

8. Cokelat

Cokelat hitam mengandung antioksidan yang kuat, dan dapat menurunkan tekanan darah. Meski demikian, tak bisa untuk makan cokelat tanpa adanya pembatasan. Hal ini agar diselingi dengan sumber antioksidan lain dari buah atau sayuran. Coklat putih tidak memberikan manfaat yang sama seperti pada cokelat hitam.
Tidak ada yang menjamin pencegahan kanker atau penyakit lainnya. Namun dengan mengkonsumsi makanan yang kaya antioksidan, maka kita telah menempatkan sesuatu untuk melawan penyakit ini. [Referensi: National Cancer Institute: Antioxidants and Cancer Prevention]
- See more at: http://www.tipscaramanfaat.com/daftar-makanan-yang-mengandung-antioksidan-tinggi-733.html#sthash.Udho9lb4.dpuf
Antioksidan adalah kekuatan yang melindungi kita dari bermacam penyakit, serta untuk memperlambat proses penuaan. Ini karena Antioksidan bekerja dengan melawan radikal bebas dalam tubuh, yang dapat membahayakan sel-sel tubuh. Jika kadar antioksidan dalam tubuh Anda rendah, maka stres oksidatif dapat terjadi, dan ini akan membuat tubuh menjadi rentan terhadap banyak penyakit termasuk penyakit jantung dan kanker. Oleh karena itu, dalam rangka untuk menjaga tubuh sehat serta sistem kekebalan tubuh yang kuat, maka Kita harus mendapatkan banyak antioksidan setiap hari. Antioksidan adalah nutrisi yang  dapat ditemukan dalam banyak jenis buah-buahan dan sayuran,  antioksidan umumnya adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E, selenium, beta-karoten, flavonoid dan polifenol.

Berikut adalah beberapa makanan yang mengandung antioksidan tinggi, sehingga bermanfaat bagi kesehatan Kita:

1. Buah Beri

Buah-buahan yang berair tidak hanya enak, tapi juga akan membantu untuk melawan penyakit. Blueberry mungkin ukurannya kecil, tetapi manfaatnya kesehatan sangat besar. Bua beri dapat meningkatkan fungsi kognitif,  sekaligus memperkuat kekebalan tubuh kita. Termasuk keluarga berri lainnya, seperti Blackberry, stroberi, raspberry dan cranberry kaya antioksidan.

Sayuran silangan

Kebanyakan sayuran silangan kaya dengan antioksidan serta  mengandung fitonutrien yang dapat membantu untuk memerangi penyakit jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker. Sayuran silangan ini termasuk kubis, bunga kol, brokoli,  dan collard hijau. Sayuran ini dapat dimasak, dikukus atau dimakan mentah untuk mendapatkan gizi yang lebih baik.

Sayuran berdaun Hijau Gelap

Sayuran berdaun hijau  sangat baik karena rendah lemak dan kalori, serta mengandung banyak serat, zat besi dan kalsium. Sementara antioksidan yang ditawarkan termasuk vitamin C dan E, lutein dan beta-karoten. Kale, bayam dan swiss chard beberapa contoh sayuran berdaun hijau.

Ikan

Ikan mengandung banyak antioksidan, protein, selenium dan asam lemak omega 3. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Tuna, ikan haring, salmon, trout dan tengiri adalah beberapa ikan yang paling padat nutrisi. Pastikan untuk mempersiapkan mereka dengan baik. Gunakan teknik memasak seperti mengukus, memanggang atau baking, bukan menggorengnya.

3. Anggur Merah

Buah Anggur yang berkulit gelap adalah sumber kaya antioksidan, yaitu penuh dengan flavonoid dan polifenol yang bermanfaat bagi jantung agar sehat. Minuman anggur merah termasuk tinggi antioksidan, namun bukan berarti Anda harus meminumnya sebotol penuh. Dalam rangka untuk menuai keuntungan dari anggur merah, Anda harus membatasi dalam mengkonsumsinya.

4. Kacang

Kacang sangat baik bagi kesehatan, karena bukan hanya kaya  serat, tetapi juga kaya antioksidan. Kacang merah mengandung konsentrasi tertinggi dari antioksidan.

5. Wortel

Wortel, dan sayuran berwarna orange lainnya mengandung beta-karoten, yang membantu tubuh kita dalam memproduksi vitamin A dan melawan kanker. Pastikan untuk menambahkan sayuran warna orange untuk diet Anda!

6. Apel

Apel adalah kudapan yang sempurna, dan juga bisa membantu dalam perawatan gigi .  Vitamin dan antioksidan dalam apel juga tinggi, yang dapat menjaga tubuh kita agar tetap sehat. Apel merah yang lezat mengandung jumlah tertinggi antioksidan.

7. Kentang

Kentang bisa dimasukkan kedalam bagian dari diet antioksidan. Panggang atau kukus kentang yang kaya antioksidan ini, kemudian menambahkannya ke makanan Anda .

8. Cokelat

Cokelat hitam mengandung antioksidan yang kuat, dan dapat menurunkan tekanan darah. Meski demikian, tak bisa untuk makan cokelat tanpa adanya pembatasan. Hal ini agar diselingi dengan sumber antioksidan lain dari buah atau sayuran. Coklat putih tidak memberikan manfaat yang sama seperti pada cokelat hitam.
Tidak ada yang menjamin pencegahan kanker atau penyakit lainnya. Namun dengan mengkonsumsi makanan yang kaya antioksidan, maka kita telah menempatkan sesuatu untuk melawan penyakit ini. [Referensi: National Cancer Institute: Antioxidants and Cancer Prevention]
- See more at: http://www.tipscaramanfaat.com/daftar-makanan-yang-mengandung-antioksidan-tinggi-733.html#sthash.Udho9lb4.dpuf